Make your own free website on Tripod.com

SIKAP PERCAYA DIRI YANG BENAR

Ratna Megawangi

 

 

Para orang tua, guru, pebisnis, dan pemimpin pasti setuju bahwa sikap percaya diri adalah penting untuk ditumbuhkan dalam usaha membangun SDM yang berkualitas. Sikap percaya diri ini dapat membuat seseorang menjadi bersemangat untuk melakukan sesuatu yang ia merasa bisa, dan dapat membuatnya berprestasi dalam bidang yang ditekuninya.

 

Namun orang sering menyalah-artikan sikap percaya diri yang berlebihan dengan sikap tinggi hati atau sombong. Mungkin kita perlu membedakan antara sikap percaya diri yang benar (authentic self-esteem) dan yang palsu  (pseudo self-esteem).  Ada orang yang kelihatannya terlalu “PD” (percaya diri), sehingga ia menganggap dirinya hebat, tidak mau dikritik oleh orang lain, atau sering membanggakan apa saja yang dimilikinya atau yang dikerjakannya.  Sikap PD seperti ini adalah sikap PD yang palsu dan tidak sehat.  Orang yang bersikap seperti ini biasanya juga akan bersikap mau menang sendiri, tinggi hati, meremehkan orang lain, dan bahkan bersikap agresif.  Ironisnya, orang yang mempunyai sikap seperti ini sebetulnya adalah orang yang tidak mempunyai percaya diri, karena ia selalu mencari pertahanan dan pembenaran akan kehebatan dirinya.

 

Sedangkan sikap PD yang benar adalah sikap yang tahu akan kemampuan dan kelemahannya, sehingga ia merasa nyaman dengan keadaan dirinya.  Karena ia merasa nyaman dan menghargai dirinya, ia dapat menerima kritikan dari orang lain, bisa mengakui keberhasilan orang lain, dan tidak perlu membangga-banggakan apa yang telah dilakukan atau apa yang dimilikinya.  Bukan berarti ia tidak bangga dengan apa yang dilakukannya, tetapi rasa kebanggaan ini akan diekspresikan seperlunya, atau tidak berlebihan.  Orang yang mempunyai PD yang benar biasanya adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengerjakan tugasnya, menghormati orang lain, mempunyai motivasi tinggi, dan toleran terhadap perbedaan.

 

Singkatnya, sikap PD yang palsu atau tinggi hati (sombong) adalah justru refleksi dar sikap orang yang tidak percaya diri. Ia sebenarnya minder sehingga ia merasa harus mempertahankan dirinya, dan cenderung menganggap orang lain sebagai ancaman bagi dirinya. Orang lain selalu dianggap sebagai saingan, sehingga ia tidak senang kalau ada orang lain yang berhasil, sehingga cenderung orang seperti ini akan sulit memuji dan menghargai prestasi orang lain. Biasanya pula, orang yang bersikap PD palsu adalah orang yang mempunyai kelemahan pada dirinya sehingga ia merasa perlu untuk menutupi kelemahannya.  Persis seperti sebuah pepatah “tong kosong berbunyi nyaring”.

 

Oleh karena itu, sikap PD yang benar adalah seperti ilmu padi “semakin berisi semakin merunduk ke tanah”, yang artinya ia akan rendah hati, dan tidak perlu membanggakan apa yang dimilikinya.

 

 

vv